" jujur sekali . pahit sekali . sekilas Joy merasa ia sudah siap menangis . begitu lama ia ingin Devon tahu ia mencintainya . Ia juga sudah lama tahu Devon tidak punya perasaan yang sama . Tapi , itu sama sekali berbeda dengan mendengar kalimat penolakan itu terucap , dengan jelas dan jernih . Rasanya ingin memotong telinga saja . Ibaratnya Joy tahu kotak yang ia pegang kosong , tapi toh ia tetap kecewa ketika membukanya dan benar-benar melihat kotak itu kosong ."
(Marshmallow Cokelat - Ken Terate , hal . 188 )
sejak pertama kali baca itu novel , gw udah tertarik ama paragraf ini .
ironically , it is happening to me now .
well .
i'm seriously fine .
i wasnt crying MUCH last night .
just 3 or 4 drops of tears , then I felt okay .
pelangi itu cuma bayangan . semu .
kadang ada kadang engga .
bahkan terakhir kalo gw ngeliat pelangi itu , mungkin 2 taun yg lalu .
is it the right time to forget the rainbow ?
i do need more time to think about it .
Labels: abstrack, being serious, tentang hati
posted by clarita |
ends at 9:32 AM